

Dunia digital membuka banyak peluang bagi anak, tetapi juga menyimpan berbagai risiko. Kenali 7 potensi bahaya di ruang digital yang perlu dipahami orang tua dan pendamping.
Dari belajar, mencari hiburan, hingga berinteraksi dengan teman, banyak aktivitas kini dilakukan secara daring. Di satu sisi, ruang digital membuka banyak peluang bagi anak untuk berkembang. Namun di sisi lain, tanpa pendampingan yang tepat, anak juga bisa menghadapi berbagai risiko yang tidak selalu disadari.
Karena itu, penting bagi orang tua dan pendamping untuk memahami potensi risiko yang dapat muncul ketika anak beraktivitas di internet.
Berikut 7 risiko utama yang perlu diwaspadai di ruang digital.
- Kontak dengan orang asing
Anak mendapatkan pesan pribadi yang tidak senonoh dari pengguna platform yang ia kenal secara daring - Terpapar konten tidak sesuai
Anak terpapar dengan konten pornografi, kekerasan, atau konten berbahaya lainnya yang tidak sesuai untuk peruntukan anak - Eksploitasi anak sebagai konsumen
Pemasaran produk yang tidak sesuai usia. Misal: pembelian dalam aplikasi (in-app purchases), judi online yang tampilannya seperti game - Mengancam keamanan data pribadi anak
Nama lengkap, ulang tahun hingga alamat tempat tinggal diberikan kepada pihak ketiga tanpa pemahaman bagaimana data tersebut akan digunakan - Menimbulkan adiksi
Anak bermain gim online hingga larut malam, menyebabkan kurang tidur dan menurunnya prestasi akademik. - Gangguan kesehatan psikologi
Anak merasa cemas dan depresi karena dibandingkan dengan standar kecantikan di ruang digital, lalu mencoba diet esktrem yang berbahaya. - Gangguan fisiologis anak
Anak mengalami mata lelah (myopia), postur bungkuk, dan obesitas karena terlalu lama duduk di depan layar tanpa aktivitas fisik.
@dkisptarakan #IndonesiaBaik #YangMudaSukaData #ProgramPemerintah #Infografik #PPTunas #Anak #RuangDigital #KomdigiNewsroom
Sumber FB : IndonesiaBaik.Id
